TAWURAN PELAJAR MEMPRIHATINKAN DUNIA PENDIDIKAN

Kategori: Liputan Pendidikan | Dibaca: 3766 | Anda Delicious Suka.?

forpiko.com Rabu, 26 September 2012

kpai.go.id, Perkelahian, atau yang sering disebut tawuran, sering terjadi di antara pelajar. Bahkan bukan "hanya" antar pelajar SMU, tapi juga sudah melanda sampai ke kampus-kampus. Ada yang mengatakan bahwa berkelahi adalah hal yang wajar pada remaja.

Di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan, tawuran ini sering terjadi. Data di Jakarta misalnya (Bimmas Polri Metro Jaya), tahun 1992 tercatat 157 kasus perkelahian pelajar. Tahun 1994 meningkat menjadi 183 kasus dengan menewaskan 10 pelajar, tahun 1995 terdapat 194 kasus dengan korban meninggal 13 pelajar dan 2 anggota masyarakat lain. Tahun 1998 ada 230 kasus yang menewaskan 15 pelajar serta 2 anggota Polri, dan tahun berikutnya korban meningkat dengan 37 korban tewas. Terlihat dari tahun ke tahun jumlah perkelahian dan korban cenderung meningkat. Bahkan sering tercatat dalam satu hari terdapat sampai tiga perkelahian di tiga tempat sekaligus.



DAMPAK PERKELAHIAN PELAJAR

Jelas bahwa perkelahian pelajar ini merugikan banyak pihak. Paling tidak ada empat kategori dampak negatif dari perkelahian pelajar. Pertama, pelajar (dan keluarganya) yang terlibat perkelahian sendiri jelas mengalami dampak negatif pertama bila mengalami cedera atau bahkan tewas. Kedua, rusaknya fasilitas umum seperti bus, halte dan fasilitas lainnya, serta fasilitas pribadi seperti kaca toko dan kendaraan. Ketiga, terganggunya proses belajar di sekolah. Terakhir, mungkin adalah yang paling dikhawatirkan para pendidik, adalah berkurangnya penghargaan siswa terhadap toleransi, perdamaian dan nilai-nilai hidup orang lain. Para pelajar itu belajar bahwa kekerasan adalah cara yang paling efektif untuk memecahkan masalah mereka, dan karenanya memilih untuk melakukan apa saja agar tujuannya tercapai. Akibat yang terakhir ini jelas memiliki konsekuensi jangka panjang terhadap kelangsungan hidup bermasyarakat di Indonesia.


PANDANGAN UMUM TERHADAP PENYEBAB PERKELAHIAN PELAJAR

Sering dituduhkan, pelajar yang berkelahi berasal dari sekolah kejuruan, berasal dari keluarga dengan ekonomi yang lemah. Data di Jakarta tidak mendukung hal ini. Dari 275 sekolah yang sering terlibat perkelahian, 77 di antaranya adalah sekolah menengah umum. Begitu juga dari tingkat ekonominya, yang menunjukkan ada sebagian pelajar yang sering berkelahi berasal dari keluarga mampu secara ekonomi. Tuduhan lain juga sering dialamatkan ke sekolah yang dirasa kurang memberikan pendidikan agama dan moral yang baik. Begitu juga pada keluarga yang dikatakan kurang harmonis dan sering tidak berada di rumah.

Padahal penyebab perkelahian pelajar tidaklah sesederhana itu. Terutama di kota besar, masalahnya sedemikian kompleks, meliputi faktor sosiologis, budaya, psikologis, juga kebijakan pendidikan dalam arti luas (kurikulum yang padat misalnya), serta kebijakan publik lainnya seperti angkutan umum dan tata kota.

Secara psikologis, perkelahian yang melibatkan pelajar usia remaja digolongkan sebagai salah satu bentuk kenakalan remaja (juvenile deliquency). Kenakalan remaja, dalam hal perkelahian, dapat digolongkan ke dalam 2 jenis delikuensi yaitu situasional dan sistematik. Pada delikuensi situasional, perkelahian terjadi karena adanya situasi yang "mengharuskan" mereka untuk berkelahi. Keharusan itu biasanya muncul akibat adanya kebutuhan untuk memecahkan masalah secara cepat. Sedangkan pada delikuensi sistematik, para remaja yang terlibat perkelahian itu berada di dalam suatu organisasi tertentu atau geng. Di sini ada aturan, norma dan kebiasaan tertentu yang harus diikuti angotanya, termasuk berkelahi. Sebagai anggota, mereka bangga kalau dapat melakukan apa yang diharapkan oleh kelompoknya.



TINJAUAN PSIKOLOGI PENYEBAB REMAJA TERLIBAT PERKELAHIAN PELAJAR

Dalam pandangan psikologi, setiap perilaku merupakan interaksi antara kecenderungan di dalam diri individu (sering disebut kepribadian, walau tidak selalu tepat) dan kondisi eksternal. Begitu pula dalam hal perkelahian pelajar. Bila dijabarkan, terdapat sedikitnya 4 faktor psikologis mengapa seorang remaja terlibat perkelahian pelajar.

1. Faktor internal. Remaja yang terlibat perkelahian biasanya kurang mampu melakukan adaptasi pada situasi lingkungan yang kompleks. Kompleks di sini berarti adanya keanekaragaman pandangan, budaya, tingkat ekonomi, dan semua rangsang dari lingkungan yang makin lama makin beragam dan banyak. Situasi ini biasanya menimbulkan tekanan pada setiap orang. Tapi pada remaja yang terlibat perkelahian, mereka kurang mampu untuk mengatasi, apalagi memanfaatkan situasi itu untuk pengembangan dirinya. Mereka biasanya mudah putus asa, cepat melarikan diri dari masalah, menyalahkan orang / pihak lain pada setiap masalahnya, dan memilih menggunakan cara tersingkat untuk memecahkan masalah. Pada remaja yang sering berkelahi, ditemukan bahwa mereka mengalami konflik batin, mudah frustrasi, memiliki emosi yang labil, tidak peka terhadap perasaan orang lain, dan memiliki perasaan rendah diri yang kuat. Mereka biasanya sangat membutuhkan pengakuan.

2. Faktor keluarga. Rumah tangga yang dipenuhi kekerasan (entah antar orang tua atau pada anaknya) jelas berdampak pada anak. Anak, ketika meningkat remaja, belajar bahwa kekerasan adalah bagian dari dirinya, sehingga adalah hal yang wajar kalau ia melakukan kekerasan pula. Sebaliknya, orang tua yang terlalu melindungi anaknya, ketika remaja akan tumbuh sebagai individu yang tidak mandiri dan tidak berani mengembangkan identitasnya yang unik. Begitu bergabung dengan teman-temannya, ia akan menyerahkan dirnya secara total terhadap kelompoknya sebagai bagian dari identitas yang dibangunnya.

3. Faktor sekolah. Sekolah pertama-tama bukan dipandang sebagai lembaga yang harus mendidik siswanya menjadi sesuatu. Tetapi sekolah terlebih dahulu harus dinilai dari kualitas pengajarannya. Karena itu, lingkungan sekolah yang tidak merangsang siswanya untuk belajar (misalnya suasana kelas yang monoton, peraturan yang tidak relevan dengan pengajaran, tidak adanya fasilitas praktikum, dsb.) akan menyebabkan siswa lebih senang melakukan kegiatan di luar sekolah bersama teman-temannya. Baru setelah itu masalah pendidikan, di mana guru jelas memainkan peranan paling penting. Sayangnya guru lebih berperan sebagai penghukum dan pelaksana aturan, serta sebagai tokoh otoriter yang sebenarnya juga menggunakan cara kekerasan (walau dalam bentuk berbeda) dalam "mendidik" siswanya.

4. Faktor lingkungan. Lingkungan di antara rumah dan sekolah yang sehari-hari remaja alami, juga membawa dampak terhadap munculnya perkelahian. Misalnya lingkungan rumah yang sempit dan kumuh, dan anggota lingkungan yang berperilaku buruk (misalnya narkoba). Begitu pula sarana transportasi umum yang sering menomor-sekiankan pelajar. Juga lingkungan kota (bisa negara) yang penuh kekerasan. Semuanya itu dapat merangsang remaja untuk belajar sesuatu dari lingkungannya, dan kemudian reaksi emosional yang berkembang mendukung untuk munculnya perilaku berkelahi.


Oleh :
Sander Diki Zulkarnaen, M.Psi
Pengaduan KPAI, 2011…

**(Forpiko.Com)**

Post by: Ridho   |   © 06:54:16 WIB





Baca Juga Berita Ini:
  • Pria Prancis Mengaku Bunuh Pembuat Kartun Nabi
  • Kegagalan PON Sisakan Misteri Bagi KONI Jatim
  • Sistem drainase di Temanggung dinilai buruk
  • Protes Film Anti Islam, Iran "Pasung" Google
  • Selain Iran, Nakoula Basseley Juga Diburu Hizbullah
  • Mendikbud Perintahkan Penarikan LKS Miyabi
  • City vs Arsenal Berakhir Imbang 1-1
  • Wuih, 147 Rekor Tercipta di PON Riau
  • Mendikbud : Tidak Boleh Pakai Dana Hutangan Untuk Pendidikan !
  • Ciputra: Indonesia butuh kreativitas, bukan teori
  • Indonesia usulkan protokol anti penistaan agama
  • Dibuat di Brazil, Tapi Selera Indonesia
  • Tak Merokok Tapi Sering Hisap Asap Rokok? Hati-hati Cepat Pikun
  • Cokelat Papua, Oleh-oleh Spesial Saat Traveling ke Jayapura
  • 5 Pantai Cantik di Indonesia untuk Bulan Madu yang Sempurna
  • MLM dalam Pandangan Islam
  • Alasan Sovie Beberkan Hubungan Gelap Agung Laksono
  • Mau Berhenti Merokok? Ini Solusinya
  • Awas, Kurang Tidur Bisa Bikin Gemuk
  • Pemain Indonesia Sangat Menikmati Permainannya
  • Begini Nasib Keluarga Pembuat Film Anti-Islam
  • Perusahaan yang Paling Ditakuti Google
  • Hari Ini, 14 Medali Emas Silat PON Diperebutkan
  • Miris, Dijuluki Wanita Terjelek di Dunia
  • Pelindo III Kebut Revitalisasi Tanjung Perak
  • SMKN 1 Bendo Magetan Buat Moko - Mobil Toko
  • Kasus Komputer, Irjen Kemenag Rekomendasikan 6 Pejabat untuk Dipecat
  • Psikolog: Limbad Nikah Lagi Karena Sindrom Populer
  • Hari Ini JK dan Antasari Buka Tabir Century di DPR
  • Ingin Bayi Tidur Nyenyak? Biarkan Dia Menangis
  • Jangan Remehkan Batuk Pilek Pada Anak
  • Pertama Kalinya, Atlet PON Dicoret karena Transfer
  • Mahfud Md.: Usulan Sertifikasi Ustad Berbahaya
  • Gelombang Badai Utang Bakrie
  • Cara Aman Makan Mi Instan
  • Inefisiensi Anggaran Pendidikan Belum Teratasi
  • KONI Jatim Gelontorkan Rp 24 Miliar untuk Beli Alat baru
  • IPSI Lepas Pesilat Surabaya
  • Putri Gus Dur Tolak Korban Kerusuhan Sampang Direlokasi
  • Dampak Positif & Negatif Weekend untuk Keluarga & Anak
  • Cara mengatasi grogi dan gugup saat berbicara didepan umum
  • Iklan Sedikit Menipu, Nokia Minta Maaf
  • Senayan Akan Dibom, Ruhut: DPR Harus Introspeksi Diri
  • Presiden pun Tak Hafal Kepanjangan BMKG
  • Mangkir Dinas, Anggota DPRD Nonton Pacuan Kuda
  • Unggah Video Mesum di Facebook, Mahasiswa di Manado Dipolisikan
  • Pesan Damai Hillary Untuk Papua
  • Pesawat Delay, Anggota TNI Diduga Pukul Petugas
  • Tegang soal Laut China Selatan, China panggil AS
  • Rupiah Senin Pagi Menguat 10 Poin
  • Bus Hidrogen Sebagai Pembangkit Listrik Bergerak
  • Yang Perlu Diperhatikan Saat Tambal Ban
  • Awas, Penipu Menabrakkan Dirinya ke Mobil Muncul lagi!
  • Hati-hati...! Copet Merajalela di TP
  • 4 Kesalahan Besar Pengelolaan Uang yang Anda Lakukan
  • RI Berguru Ekonomi Kreatif ke Belanda
  • 3 Manfaat Air Minum Putih Saat Bangun Pagi
  • NYAMUK DAN PETUALANGANNYA
  • Pengamat Kritik SBY Tegur Anak
  • KPI Diminta Hentikan Tayangan Indonesia Lawyer Club
  • Setelah Menang, Apple Minta 8 Smartphone Samsung Diblokir
  • 66 Orang Meninggal, Wabah Virus West Nile Teror AS
  • BCA Kembali Luncurkan KPR Bunga 8,5% di Oktober 2012
  • Surat kepada Sahabat: Negara Sejuta Tawuran
  • Mahir bermain bola, bocah tanpa kaki diundang Barcelona FC
  • SBY Pidato, Anak-anak Tidur
  • Apple: 8 Produk Samsung Tak Boleh Beredar
  • TIPS: Agar Mobil Matic Lebih Aman dan Awet
  • Remaja Indonesia Sabet 2 Emas di Ajang IEYI
  • Jejaring Geospasial Ina-Geoportal Diperkenalkan
  • Olahraga bisa tekan hasrat merokok
  • Pasca Lebaran
  • Saat Puasa Sehat, Eeh Pas Lebaran Sakit Karena Lupa Ini
  • Puasa Membentuk Struktur Otak Baru
  • Dikira Monyet, Bocah Nepal Ditembak Ayah
  • Pesawat Ditemukan, Empat Penumpang Tewas
  • Ayah Bunuh Anaknya Berusia Tiga Tahun
  • JK: Subsidi BBM Picu Kecelakaan Saat Mudik
  • Pengamat: Denny Indrayana Terlalu Boros Bicara
  • Jubah Tembus Pandang Ubah Tank Jadi Sapi
  • Turki Tempat Kelahiran Ratusan Bahasa
  • Baju Serena Buat Mata Host Melotot
  • BISNIS WARALABA: Pemerintah akan batasi gerai
  • Sejarah Singkat Imam Malik
  • Kian Banyak Warga Alamai Gangguan Kejiwaan
  • Ketupat - Tipat - Katupek
  • Mari Selamatkan Anak-anak dari Tayangan TV yang Tak Mendidik!
  • Tradisi Lebaran Makin Berwajah PERAYAAN
  • Spiritualitas Optimalkan Kesehatan Anda
  • Cokelat Hitam Turunkan Tekanan Darah
  • Apakah Kesuksesan Selalu Berkorelasi Dengan Uang ?
  • Astaghfirullah, Muslim Rohingya Dilarang Shalat Idul Fitri
  • Diklaim Keturunan Raja, Pacar Syahrini Ternyata Sales
  • APA ITU JAVA
  • Liverpool ucapkan selamat Hari Kemerdekaan RI
  • Alasan Mistis Bung Karno Pilih 17 Agustus Sebagai Hari Kemerdekaan
  • Ustad Komersil Enggan Berceramah Kalau Bayaran Kurang
  • Lebaran, Harga Daging Naik Empat Kali Lipat
  • Idul Fitri, Tahanan KPK Shalat Ied di Luar Rutan KPK
  • Mobil Fuel Cell Toyota dipasarkan 2015
  • GANGGUAN USAHA Jumlah kasus cenderung meningkat
  • PONSEL PINTAR ZTE Skate non paket mulai dijual di Indonesia
  • PONSEL PINTAR: ZTE Skate non-paket mulai dijual di Indonesia
  • Kasus Rohingnya Bukti Barat tak Adil pada Islam
  • Engkau yang muda dan tak sabar menunggu keberhasilanmu
  • BMW C Evolution, Siap Diproduksi Massal
  • Tiga Masalah Terbesar di Bank Syariah
  • UPS di Duren Tiga Terbakar, Beberapa Situs Web Tak Dapat Diakses
  • Jenis Virus Komputer dan Cara Menanggulanginya
  • Hilangi Rasa Takut dengan Dokter Gigi Melalui Hypnodontia
  • Keutamaan Puasa Sunnah 6 Hari di Bulan Syawwal
  • Masuk Subuh Dalam Keadaan Junub
  • Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar dan Ciri Orang yang Mendapatkannya
  • Regina Mulai Rajin Nyalon & Pakai Make-Up
  • Ingin Tahu Kondisi Jantung Anda? Ikuti Tes Ini
  • Diah Permatasari Lolos ke Olimpiade London
  • Seberapa Jorok Restoran Cepat Saji?
  • Uniknya Pasar Tomohon di Minahasa
  • Lulusan SD Jadi Pengusaha, Sarjana Jadi Karyawan
  • Wamen ESDM : Ide Oplos Premium-Pertamax Tidak Perlu Payung Hukum
  • Otak Awet Muda Akibat Sering Membaca dan Menulis
  • Heboh, Limbah Potongan Uang di Bali
  • Ekonom: Pemerintah Diminta Intervensi Kasus Danamon-Temasek
  • Ada 47 Lokalisasi dan 7.127 WTS di Jatim
  • Demi Sperma Wanita di Zimbabwe Perkosa Para Pria
  • Pedas di Mulut Biasanya Sehat di Jantung
  • Tanda-tanda Manusia akan Meninggal Seminggu Lagi!
  • Harga BBM di Papua Mencapai Rp70.000
  • Sederet Makanan Berpotensi Menyimpan Racun
  • Ayo Sukseskan Earth Hour 2012
  • Car Free Day Sidoarjo Meriah
  • Harga BBM Naik, Muhammadiyah Gugat UU Migas ke MK
  • Gubernur Jatim Tolak Buah Impor
  • Mengurangi Konsumsi Nasi Putih itu Sehat
  • Badai Tropis di Australia Jadi Pemicu Angin Kencang di Surabaya
  • 2013, Biaya Operasional SMA/SMK Ditanggung Pemerintah
  • Alasan Kenapa Kesepian Bikin Orang Cepat Mati
  • Pemiskinan Jadi Pilihan Hukuman bagi Koruptor
  • Paus Ingin Ungkap Rahasia Injil Kuno Berusia 1500 Tahun
  • Pelatih Qatar: Usut Laga Timnas Indonesia vs Bahrain
  • Jangan Abaikan Kuantitas Pertemuan dengan Pasangan
  • Pemerintah Bisa Bikin Rumah Seharga Rp 25 Juta
  • Pengguna Facebook Makin Tak Bersahabat
  • Soal Insiden Al-quran Dibakar, Afghanistan Minta AS Bekerja Sama
  • TNP2K Menerima PPLS 2011 BPS sebagai Basis Data Terpadu Untuk Program Perlindungan Sosial
  • 7 Manfaat Buah Blackberry Untuk Kesehatan
  • Sel Tenaga Surya: Tahan Lama dan Ramah Lingkungan
  • Subhanallah..Janin pun Bersujud Ketika Dibacakan Qur'an
  • Pembunuhan Berantai, Polisi Cek Kejiwaan Mujiono
  • Jika Bandel, FPI Akan Dibekukan
  • Atlet Anggar Rizky Hafiz Ikut Seleksi Olimpiade
  • Sleep Paralysis, Penyakit Ketindihan Saat Tidur
  • Makan Ikan Hiu, Walikota Diserbu Kicauan Protes
  • Kisah Pembobol Server Telkomsel: Rusak Komputer Ayah (3)
  • Naikkan Honor Penyuluh Agama Sesuai UMR
  • Ruben Onsu Berharap Uang Ade Namnung Dikembalikan
  • Apa itu Obesitas?
  • Ada Jejak Kaki Raksasa Misterius di Ciamis
  • ARSITEK BANGUNAN TERCANGGIH DI DUNIA
  • Enam Badai Matahari Terbesar Dalam Sejarah
  • Xenia Maut, Afriyani, dan Narkoba
  • Cara Memperbaiki Hardisk Bad Sector
  • Banjir di Lamongan Meluas
  • Tanah Ambles di Lasem Bozem Morokrembangan Tanggung Jawab BBWS
  • Presiden puji siswa SMK perakit mobil Kiat Esemka
  • Siapa Insinyur Jembatan Selat Sunda
  • Supir Tewas Dikeroyok Suporter Beratribut Bonek
  • Teripang adalah makanan dan komoditi laut yang sangat bermanfaat
  • Wagub Jatim Gus Ipul Usir Pemimpin Syiah Keluar dari Sampang - Madura
  • Polisi Pelototi Rekaman CCTV Sepanjang Jalan Kertajaya
  • Penyalahgunaan Teknologi, Bagaimana Cara Mengatasinya?
  • Gelombang Baru di Dunia Startup Lokal Indonesia
  • APAPUN ALASANYA, MENAHAN IJAZAH SISWA TIDAK TEPAT
  • 5 HAL UNTUK ORANGTUA MEMBANTU REMAJA MENGGUNAKAN INTERNET


  • Komentar Anda Tentang Berita diatas :



    § forpiko.com Cara mengatasi grogi dan gugup saat berbicara didepan umum

    Forpiko.Com - Banyak tokoh yang terkenal yang tercatat di buku sejarah dunia, bukan karena kekayaan atau jabatannya, melainkan karena kemampuan mereka dalam hal berbicara dan menginspirasi jutaan orang. Kemampuan inilah yang dinamakan dengan public speaking. Sebenarnya kemampuan public speaking bukan hanya



    forpiko.com Yahoo Tutup Sejumlah Fitur di Yahoo Messenger

    Forpiko.Com - Forpiko.Com - Jakarta : Keputusan Microsoft untuk menutup layanan Windows Live Messenger miliknya ternyata berdampak pada Yahoo. Sejumlah fitur pada layanan Yahoo Messenger akan ditutup dalam beberapa minggu ke depan.Fitur yang akan dihentikan tersebut adalah Yahoo! Messenger Public Chat Rooms,



    forpiko.com Cara Membedakan Murai Jantan dan Betina Lengkap

    Forpiko.Com - Hai sahabat ternak, kembali lagi bersama usahaternak. Sebelum kami memulai membuat artikel mengenai ternak murai, kini kami terlebih dahulu akan membagi ilmu kembali pada sobat tentang cara membedakan kelamin murai jantan dan betina. Karena ini sangat penting mengingat kunci utama bagi anda yang



    §



     

    forpiko.com

    10 Manfaat Putih Telur

    Forpiko.Com - Seperti yang kita ketahui telur mempunyai manfaat yang sangat baik untuk tubuh kita, dan kebanyakkan dari kita mengkonsumsi telur karena menginginkan..

    forpiko.com

    Petinju Legendaris

    Forpiko.Com - PHOENIX, - Legenda tinju dunia, Muhammad Ali, dinyatakan meninggal dunia, Jumat (Sabtu WIB) akibat komplikasi penyakit parkinson yang..



    § PAST NEWS


    forpiko.com

    Petinju Legendaris Muhammad Ali Meninggal Dunia

    Forpiko.Com - PHOENIX, - Legenda tinju dunia, Muhammad Ali, dinyatakan meninggal dunia, Jumat (Sabtu WIB) akibat komplikasi penyakit parkinson yang ...



    forpiko.com

    PONSEL PINTAR: ZTE Skate non-paket mulai dijual di Indonesia

    Forpiko.Com - JAKARTA: Produsen ponsel asal China, ZTE Corporation meluncurkan ponsel pintar (smartphone) pertamanya sebagai produk non-paket (bundling) di ...



    INFO VIA VIDEO

    Tragedi Moralitas di China

    Artikel dan Motivasi

    forpiko.com

    Inspirasi - Ketika Bob

    Forpiko.Com - Ini merupakan kisah nyata yang dialami Bob Sadino yang dikira tukang sampah oleh seorang wanita yang sedang duduk-duduk di taman pribadi yang..

    Liputan Bisnis

    forpiko.com

    Tidak Suka Bekerja

    Forpiko.Com - Jakarta – Mungkin, bagi sebagian besar orang banyak, bekerja di perusahaan besar seperti Apple adalah sebuah keberuntungan. Namun, tidak..




    ::::: Sekilas Informasi :::::

    ::Sapi Menyusui Manusia::, Jika di Amerika Serikat masalah ibu menyusui masih menjadi kontroversi dengan pemberian susu formula, maka di Kamboja perempuan menyusui menjadi pemenang, meskipun itu adalah seekor sapi. Semenjak usia 18 bulan setelah sang ibu meninggalkan Kamboja untuk bekerja, Tha Sophat memilih untuk mencari kebutuhan ASI dari seekor sapi. Dan meski memang susu sapi itu bermanfaat, namun membayangkan harus menyusu langsung kepada sapi itu akan cukup aneh dan konyol.
    ** (Forpiko.Com) **



    Surat Al-Qur´an



    Prakiraan Cuaca



    BBC Indonesia



     
    <>

    Liputan Otomotif

    forpiko.com

    Tips Menangani Mobil

    Forpiko.Com - Ketika sedang dalam perjalanan, bisa saja Anda menemui masalah dengan tiba-tiba mobil mogok. Apalagi jika memang sedikit jauh dari bengkel, Anda..

    Teknologi dan Sain

    forpiko.com

    Microsoft Caplok

    Forpiko.Com - Jakarta - Microsoft menyepakati pembelian jejaring sosial LinkedIn dengan mahar USD 26,2 miliar atau di kisaran Rp 349 triliun. Dikutip detikINET..

    Humoria GUYONAN

    forpiko.com

    Video Duet Dangdut

    Forpiko.Com - Tidak percaya? Tekan "Play" lalu marilah tertawa bersama.Anda yang tegang dengan kondisi sehar-hari wajib menonton video ini. Isinya berupa..

    Ikuti Link Terkait Forpiko.Com

    Selaras Follow with Delicious Forpiko.Com Facebook ForpikoNews RSS DOWNLOAD GRATISS

    Baca Juga:
    Pasangan gay Inggris tuntut gereja ogah
    Ali bin Abi Thalib dan ludahan seorang
    Batik Karya Siswa SMP Jadi Pakaian
    Video kotak teh melayang-layang di sebuah toko di
    Menko Polhukam Perintahkan Panggil Menlu RI di
    Ini pengakuan bule Belanda yang diajak damai
    Mau Didonorkan, Ginjal Sehat Malah Dikira Sampah

    CLOSE